smpn8pwr@gmail.com 0275756069

Parenting SMP N 8 Purworejo gelar kegiatan "KELAS INSPIRASI"

Ibu Mistini bersama moderator

Ibu Mistini bersama moderator

Orang Tua dan Wali Siswa yang tergabung dalam Parenting Kelas SMP N 8 Purworejo menggelar acara Kelas Inspirasi yang dilaksanakan pada hari Sabtu 19/9/2020 bertempat di aula SMP N 8 Purworejo. Dalam acara tersebut ada 2 pembicara utama alumni SMP N 8 Purworejo yaitu Bpk Agus Bastian (Bupati Purworejo) dan Ibu Mistini (Orang Tua Alumni dari Yosi).
Hadir dalam acara tersebut diantaranya Kabid SMP Dindikpora Kab. Purworejo, Pengawas Dindikpora Kab. Purworejo, Muspika Purwodadi, Kepala Desa Purwodadi, Kepala Desa Purwosari, komite SMP N 8 Purworejo, Bapak Ibu Guru dan Orang Tua Siswa.

“Ini adalah kegiatan parenting SMP N 8 Purworejo yang dikemas oleh Parenting Kelas dari awal hingga akhir yang dipersiapkan dengan semaksimal mungkin untuk menghadirkan pembicara alumni SMP N 8 Purworejo Bapak Agus Bastian selaku Bupati Purworejo dengan harapan akan memberikan inspirasi kepada orang tua/wali siswa agar kedepan anak-anak kita menjadi anak yang sukses” kata Ibu Kusnaeni, M.Pd. kepala SMP N 8 dalam sambutannya.

Ibu Kusnaeni bersama Panitia

Ibu Kunaeni bersama parenting

Meskipun bapak bupati purworejo berhalangan hadir karena kondisi sedang kurang sehat, namun pihak sekolah dan Parenting memaklumi, dan hanya bisa mendoakan semoga beliau cepat sembuh dan segera bisa beraktivitas kembali.
“SMP N 8 Purworejo sebagai sekolah rujukan dan sekolahnya Bupati Purworejo semoga kedepan akan melahirkan alumni-alumni yang sukses, kalau sekarang sudah ada Bupati dari SMP N 8 semoga besuk ada gubernur dan presiden yang lahir dari sekolah ini. Kedepannya Kec. Purwodadi akan menjadi kota baru di Purworejo mengingat bandara NYIA yang sangat dekat dengan Purwodadi, kita terus berbenah untuk mempersiapkan ini semua.” kata Drs. F Widi Dewanto, MT. hadir mewakili Bupati Purworejo.

Pembicara yang selanjutnya tidak kalah menarik yaitu Ibu Mistini orang tua dari Yosi Oktasari alumni SMP N 8 Purworejo yang sekarang bekerja di Departemen Keuangan dan Kekayaan Negara. Dalam acara ini dipandu oleh Bapak Hendri Diantoro, S.Pd waka kesiswaan dan Ibu Monica perwakilan dari parenting.

Perwakilan parenting

Perwakilan parenting Kelas

Diceritakan oleh Bpk Hendri bahwa Yosi Oktasari terlahir dari keluarga yang sangat sederhana. Bapak dan Ibunya sebagai petani di desa. Pada saat Yosi duduk di bangku SMP N 8 Purworejo, ia aktif menjadi pengurus OSIS, Dewan Penggalang dan Redaksi Majalah Aksi. Selain itu dia juga aktif di kegiatan ekstrakurikuler Basket. Dengan banyaknya kegiatan yang dia ikuti ternyata tidak mengurangi prestasi akademiknya, ini terbukti dengan perolehan nilai UN dengan rata-rata 9,29.

Dengan nilai UN yang tinggi tersebut dia memberanikan diri untuk mendaftar di SMA N 1 Purworejo, akan tetapi ternyata ibu nya melarangnya dikarenakan kondisi ekonomi yang serba pas-pasan. Pada saat mengambil pengumuman bahwa Yosi diterima di SMA N 1 Purworejo, ibu nya Yosi melihat banyak anak-anak yang menangis karena tidak diterima di sana. Hal inilah yang kemudian menggerakkan hati sang Ibu menjadi merestui Yosi untuk sekolah di SMA 1. “Anak-anak banyak yang menangis karena tidak diterima disini, kenapa yang anak saya sudah diterima disini saya tidak membolehkannya?” batin dia waktu itu.

Di awal-awal semester Yosi merasa minder di SMA 1 Purworejo karena ia berasal dari keluarga tidak mampu, tetapi rasa minder itu bisa dia atasi di semester berikutnya dan dia bisa bangkit sehingga memperoleh rangking 10 besar. Di SMA N 1 Yosi aktif di teater dan PKS (Patroli Keamanan Sekolah).

Setelah lulus dari SMA N 1 Purworejo, Yosi magang kerja di warung makan Padang sambil mengikuti tes masuk perguruan tinggi. Dan hasil pengumuman ternyata dia diterima di UGM jurusan D3 Akuntansi.
Yosi kuliah di UGM sambil bekerja paroh waktu di Swalayan. Setiap harinya dia kuliah kemudian dilanjutkan bekerja di swalayan sampai pukul 21.00. Perjuangannya tidak berhenti sampai disitu karena ternyata dia setiap harus berjalan kaki setiap hari sejauh 2 km dari tempatnya bekerja untuk pulang ke tempat kostnya karena tidak mempunyai kendaraan. Sesampainya di tempat kost dia harus belajar untuk mengerjakan tugas-tugas kuliah dan memahami materi yang diberikan oleh dosennya.

Foto bersama muspika dan komite

Kabid, Pengawas, Muspika dan Komite SMP N 8 Purworejo

Setelah berjalan beberapa semester, Yosi mendapat tawaran untuk menjadi asisten dosen dikarenakan prestasi akademiknya yang sangat bagus. Ketika menjadi asisten dosen, Yosi tetap berjuang untuk memenuhi kebutuhan kuliah, makan dan biaya kost dengan berjualan Takoyaki.

Lulus dari UGM dengan IPK 3,75 merupakan kebanggaan tersendiri bagi Yosi karena sudah bisa menyelesiakan kuliah dengan jerih payah untuk meringankan beban orang tuanya. Setelah lulus UGM, Yosi mendaftar CPNS di Kementrian Keuangan dan alhamdulillah dengan ridho Allah dan kedua orang tuanya, ia diterima sebagai CPNS di Kementrian Keuangan.

Demikian kisah inspiratif dari alumni SMP N 8 Purworejo yang telah disampaikan di acara tersebut. Banyak orang tua yang hadir merasa terharu dan menangis mendengar kisah dari alumni SMP N 8 Purworejo yang begitu ulet, mandiri dan pantang menyerah.

divisidata

Istiyadi